Rabu, 20 Juni 2012

Mengurangi resiko negative dari proses Transforming Perusahaan


Dalam beberapa kesempatan diskusi, pertanyaan ini sering terlontar dari pelaku bisnis atau dari Manajemen :

“Transformasi itu memang bagus, tapi yang namanya “PERUBAHAN BESAR” selain bisa memberikan hasil yang luar biasa juga memiliki resiko besar bagi perusahaan. Apakah ada jaminan proses transformasi bisa berhasil atau paling sedikit tidak memberikan dampak fatal bagi Perusahaan ?”   

Sepenuhnya saya setuju dengan pernyataan tersebut, secara logika teori “High Risk-High Return”. Namun kita bisa menyusun strategi yang aman untuk pelaksanaan proses Transformasi, strategi untuk mengurangi faktor resiko yang mungkin timbul akibat proses Transformasi. Berikut ini 2 metode yang biasa kami terapkan :

  1. Proses transformasi dimulai dari melakukan identifikasi kekuatan perusahaan. Faktor-faktor apa yang mampu membuat perusahaan bertahan sampai saat ini. Misalnya :

·    Perusahaan memiliki karyawan yang loyal, adanya suasana kekeluargaan di dalam perusahaan, perusahaan memiliki pengetahuan engineering produk, perusahaan memiliki mesin besar yang tidak dimiliki perusahaan lain, perusahaan memiliki kapasitas produksi yang tinggi, perusahaan mampu membuat produk dalam waktu yang cepat.

Kemudian kita mengidentifikasi kelemahan perusahaan. Misalnya:
·         Masih dominan sistem mandor, masih banyak masalah yang sering terulang, customer claim masih tinggi, ego departemen masih tinggi, ketika ada masalah sering saling tuding, produksi tidak efisien, ada beberapa produk yang rugi, kontrol keuangan masih lemah, dan seterusnya.
Berdasarkan hasil identifikasi ini, baru kemudian Desain Proses Transformasi dilakukan:
·    Faktor kekuatan perusahaan,dijadikan standar untuk dievaluasi secara rutin, sehingga      kekuatan perusahaan dapat tetap dipertahankan
·         Faktor kelemahan inilah yang kemudian kita jadikan target Proses Transformasi.

Jadi proses transformasi tidak asal merubah, yang kita Transform adalah kelemahannya

2.  Buat desain proses transformasi.

Sebelum proses transformasi dimulai, buat desain proses transformasi terlebih dahulu (program kerja). Kemudian kita membedah desain proses transformasi secara mendalam. Jika perlu panggil team ahli untuk mereview program kerja proses transformasi yang akan kita lakukan. EVALUASI DIAWAL SANGAT PENTING, untuk melihat berbagai kemungkinan yang akan terjadi, melihat secara teori dan pengalaman akan potensi masalah yang mungkin akan timbul, sehingga kita bisa melakukan antisipasi dengan lebih baik. Evaluasi memang seharusnya dilakukan di awal (prevention) bukan setelah program dijalankan. Untuk kasus yang satu ini, saya melihat masih banyak perusahaan yang kurang menginvestasikan waktunya di awal. Banyak perusahaan yang justru sibuk melakukan evaluasi setelah kejadian (mereview hasil) dan itu sudah terlambat.
Kedua strategi inilah yang selama ini kami gunakan untuk mengurangi resiko fatal dari proses Transformasi. Dan selama ini metode tersebut berjalan baik, berhasil melakukan perubahan besar di beberapa perusahaan.

Mari bersama-sama kita kupas proses transformasi di perusahaan, Kamis, 28 Juni 2012, Jam 13:00- 16:00 WIB bersama saya Imanuel Iman (Penulis Transforming Organization), MENJADI AGENT OF CHANGE DIMULAI DARI DIRI SENDIRI.

Segera Hubungi
Sentral Sistem Consulting di 021-29067201-3
untuk Registrasi di Sharing Event Transformasi Perusahaan.



Salam Transforming,

Imanuel Iman
There Is Always Room for Improvement
@imanueliman_ssc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar