Senin, 07 September 2015

DEBU SILIKA BAHAYA DAN PENCEGAHANNYA



Minggu lalu, kami diberi kesempatan untuk berkunjung ke suatu perusahaan. Di sana kami mendapati suatu kegiatan sandblasting (kegiatan menyemprotkan pasir silika untuk melindungi atau membersihkan bagian baja/ besi dari karat).
Si pekerja bekerja di ruangan terbuka dan tidak memperhatikan arah angin kemana dibawanya debu silika tersebut, dan di sekitar si pekerja bekerja ada kegiatan pekerjaan lainnya.
Mungkin si pekerja atau supervisor pekerja tersebut lalai atau kurang pengetahuan mengenai bahaya dari silika.

Mari kita sedikit pelajari apa itu silika.
Silika memiliki bentuk yang berbeda-beda, silika dapat ditemukan pada batuan granit, kuarsa, dan berbagai jenis batuan lainnya. Silika yang dapat membahayakan manusia adalah debu kristal silika. Yang bilamana memasuki paru-paru dapat menyebabkan silikosis.

Apa itu Silikosis?
Silikosis adalah suatu nama penyakit yang berhubungan dengan kerusakan paru  yang terjadi bila seorang  pekerja menghirup debu kristal silika. Awalnya pekerja tidak akan merasakan apa-apa, tetapi setelah beberapa tahun maka pekerja tersebut akan merasakan batuk parah, nyeri dada, sesak napas, dan mudah lelah.
Paparan terhadap debu silika dan terjadinya silikosis meningkatkan resiko terjadinya kanker paru, TBC, dan penyakit paru obstruksi kronis.
Silikosis tidak dapat disembuhkan karena debu silika telah menempel pada alveoli paru dan tidak dapat dikeluarkan lagi, pilihan terakhirnya hanyalah transplantasi paru. Jadi sangatlah penting untuk melindungi paru-paru pekerja anda.

Bagaimanakah pencegahannya?
  • Gunakan material/ bahan yang lebih aman. Jika memungkinkan segera cari bahan/ material lain untuk mengganti silika, contoh: untuk kegiatan sandblasting, silika dapat diganti menggunakan pasir besi. 
  • Kurangi debu. Semakin banyak debu di udara, menunjukan semakin besarnya paparan. Lakukan pencegahan untuk mengurangi debu, contoh: lebih baik menyekop material dibandingkan menuangkan material 
  • Basahi area sekitar anda bekerja. Membasahi area kerja dapat mengurangi debu naik ke udara, lebih baik lagi jika dapat membuat area kerja berembun. 
  • Ventilasi. Gunakan exhaust untuk menghisap debu , dan sediakan jalur udara dengan sebuah penampungan debu sementara pada akhir/ ujung jalur udara. 
  • Gunakan APD yang tepat. Jika pekerja harus melakukan kegiatan kerja dengan resiko tinggi terpapar dengan debu silika, gunakan respirator yang memiliki filter untuk menghalangi silika masuk ke jalur nafas. 
  • Jangan Merokok. Kombinasi antara rokok dan debu silika, dapat meningkatkan resiko kerusakan paru dan terkena penyakit paru 
  • Perhatikan MSDS dari segala material/ bahan yang anda gunakan di perusahaan/ area kerja anda. MSDS sangat membantu untuk melindungi pekerja dari bahaya yang ditimbulkan oleh material/ bahan yang anda gunakan.

Jangan biarkan pekerja anda bekerja tanpa mengetahui bahaya dari kegiatan kerja yang dilakukannya. Lindungilah pekerja anda, karena pekerja adalah aset perusahaan yang paling berharga.

Penulis 
Halofoan S
HSE Consultant Sentral Sistem

Tidak ada komentar:

Posting Komentar